Sabtu, 19 November 2011

OSMOSIS DAN PLASMOLISIS

hey hey hey ini hasil laporan praktikum biologi gue yang pertama. materinya yaitu tentang osmosis sama plasmolisis. ini buatnya penuh perjuangan loh.. punggung gue 4 jam lebih gue berkutik dengan laptop dan manahan kehausan yang manghantui diri gue pada saat itu(kok jadi curcol?). udah dilihant aja yuk :)


LAPORAN PRAKTIKUM I BIOLOGI




JUDUL PRAKTIK                           : OSMOSIS dan plasmolisis
HARI/TANGGAL PRAKTIK        : SELASA/9 AGUSTUS 2011
NAMA SISWA                                : AFINY LARASATY
NAMA KELOMPOK                        : 1. AFINY LARASATY
                                                           2. ANINDITA
                                                            3. BIRGITA GINA PAMITA
                                                            4. DWI
                                                            5. HANA IMANUELA
                                                            6. YULINDA FAJRIA
KELAS                                            : XI. IPA. 4

SMAN 7 TANGERANG
TAHUN AJARAN 2010/1011






BAB I
PENDAHULULAN( BERISI LANDASAN TEORI)

Transport melalui membran
            Fungsi membran sel antara lain sebagai pengatur keluar masuknya zat. Pengaturan itu memungkinkan sel untuk memperoleh Ph yang sesuai, dan konsentrasi zat-zat menjadi terkendali. Sel juga dapat memperoleh masukan zat-zat dan ion-ion yang siperlukan serta membuang zat-zat yang tidak diperlukan. Bagaimana selapis membrane dapat melakukan pengontrolan yang demikian penting itu? Semua pengontrolan itu bergantung pada transport lewat membran.
            Perpindahan molekul atau ion melewati membrane ada dua macam, yaitu transport pasif dan transport aktif.
1.                  Transport pasif adalah perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan energy sel. Perpindahan molekul tersebut terjadi secara spontan, dari konsentrasi tinggi ke rendah. Jadi, perjalanan itu terjadi secara spontan. Contoh transport pasif adalah difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi.
2.                  Transport aktif adalah perpindahan molekul atau ion dengan menggunakan energy dari sel itu. Perpindahan itu dapat terjadi meskipun menentang konsentrasi. Contoh transport aktif adalah pompa Natrium (Na+)-Kalium (K+), endositosis, dan ekasositosis.

1.                 Osmosis
            Osmosis adalah perpindahan ion atau molekul pelarut dari kerapatan tinggi ke kerapatan rendah atau perpindahan ion atau molekul terlarut dari kerapatan rendah ke kerapatan tinggi melewati suatu membran. Osmosis dapat didefinisikan sebagai difusi lewat membrane. Ion-ion dan zat-zat apa sajakah yang dapat melewti membrane sel? Sebaliknya, ion-ion serta zat apa sajakah yang tidak dapat melewati membrane sel?
a.                   Zat yang dapat melewati membrane sel
Membrane sel dapat dilewati zat-zat tertentu yang larut dalam lemak, zat-zat yang tidak bermuatan(netral), molekul-molekul asam amino, asam lemak, gliserol, gula sederhana dan air. Zat-zat yang merupakan elektrolit lemah lebih cepat melewati membrane daripada elektrolit kuat. Contoh zat-zat yang dapat melewati membrane dari yang paling cepat hingga ke yang paling lambat antara lain: Na+, K+, I-,  Cl-, Ca2+, Mg2+, SO42-, Fe3+. Membrane sel bersifat permeable terhadap zat-zat yang mudah melewati membrane.

b.                  Zat yang tidak dapat melewati membrane sel
Membrane sel tidak dapat dilewati zat-zat gula(seperti pati, polisakarida) protein, dan zat-zat yang mudah larut dalam pelarut organic. Membrane bersifat impermeable terhadap zat-zat tersebut. Olejkarena membrane permeable terhadap zat tertentu dan impermeable terhadap terhadap zat yang lain maka dikatakan membrane bersifat semipermeabel atau selektif permeable.

·                     Osmosis memainkan peranan yang sangat penting pada tubuh makhluk hidup, misalnya, pada membrane sel darah merah.
·                     Jika kamu meletakan sel darah merah dalam suatu larutan hipertonik (lebih pekat), air yang terdapat dalam sel darah akan ditarik keluar dari sel sehingga sel mengerut dan rusak. Peristiwa ini disebut KRENASI.
·                     Sebaliknya, jika kamu meletakan sel darah merah dalam suatu larutan yang bersifat hipotonik (lebih encer), air dari larutan tersebut akan ditarik masuk kedalam sel darah sehingga sel mengembang dan pecah.Proses ini disebut HEMOLISIS.
















BAB II
ALAT/BAHAN/LANGKAH KERJA

Alat Dan Bahan:
1.            Kentang atau wortel
2.            Larutan iodine 1% 5% 10%
3.            3 buah gelas beker 50 ml
4.            Silet
5.            Penggaris

Langkah Kerja:
1.            Potonglah kentang menjadi 15 kubus yang masing-masing berukuran 1x1x1 cm.
2.            Siapkan 3 buah gelas beker 5o ml, lalu berilah kode A, B, dan C.
3.            Tuangkan larutan iodine 1% kedalam gelas beker A, larutan iodine 5% kedalam gelas beker B, dan larutan iodine 10% kedalam gelas C.
4.            Masukkan 5 buah kubus kentang kedalam tiap-tiap gelas beker
5.            Pada interval 5 menit, keluarkan sebuah kubus kentang dari tiap-tiap gelas beker dan potonglah menjadi 2 bagian dengan memakai silet.
6.            Ukurlah jarak larutan iodine yang masuk kedalam kubus tersebut dengan mengukurnya mulai dari tepi irisan kubus menuju ke daerah tengah yang masih dapat teramati warna larutan iodinnya.
7.            Hitunglah jarak rata-rata semua potongan kubus kentang selama waktu 25 menit.

Pertanyaan:
1.            Apa yang terjadi pada kentang pada tiap gelas beker? Mengapa demikian?
2.            Apa yang dapat disimpulkan dari percobaan diatas?





BAB III
HASIL PENGAMATAN

Table pengamatan

Internal Waktu
Jarak Larutan
1%
5%
10%
5 menit
0,1 cm
0,3 cm
0,5 cm
10 menit
0,35 cm
0,5 cm
1 cm,
15 menit
0,4 cm
0,4 cm
0,5 cm
20 menit
0,5 cm
0,7 cm
1 cm
25 menit
0,5 cm
0,4 cm
0,6 cm
Rata-Rata
0,37 cm
0,46 cm
0,72 cm

BAB IV
PEMBAHASAN

            Seperti yang sudah kita teliti dari percobaan diatas, kentang disana bersifat hipotonis, dan larutan iodine bersifat hipertonis.
            Dari pengertian osmosis yaitu perpindahan ion atau molekul dari zat terlarut yang berkonsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi atau perpindahan ion atau molekul dari zat pelarut yang berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Atau lebih simplenya dari hipotonis ke hypertonic.
            Pada percobaan, air memiliki konsentrasi tinggi, dan kentang konsentrasi rendah. Sehingga larutan iodin(pelarut) masuk ke dalam kentang. Dan kentang yang memiliki konsentrasi rendah menyerap larutan iodine yang berkonsentrasi tinggi. Sehingga setelah selang beberapa menit, kentang akan mengalami sedikit perubahan warna yaitu menjadi hitam.
            Panjang dari warna hitam itu sendiri bergantung pada kadar larutan(dalam%) yang telah ditentukan. Semakin besar kadar% larutan, semakin panjang warna hitam yang ada pada kentang.
            Hal itu dapat dilihat pada table hasil pengamatan di atas yang telah dibuat.
           

           

           






BAB V
KESIMPULAN

Dari percobaan di atas, kita dapat menyimpulkan:
1.      Semakin pekat larutan iodin, maka jarak larutan iodine yang ada dikentang akan jauh
2.      Kentang bersifat hipotonis, dan larutan iodin bersifat hipertonis.
3.      Percobaan ini membuktikan terjadinya proses osmosis.
4.      Kadar larutan iodine 5% jarak larutan pada kentang hampir seluruhnya lebih tinggi dari jarak larutan kadar iodine 1% tiap menitnya, dan jarak larutan kadar larutan iodine 10% lebih tinggi dari kedua kadar larutan tersebut.
5.       Untuk nilai rata-ratapun, kadar larutan 10% lebih tinggi daripada kadar larutan 1% dan 5%.
6.      Kentang yang diletakkan dilarutan iodine yang bersifat hipertonis, maka larutan akan masuk ke dalam kentang dan merubah warna kentang tersebut.
7.      Percobaan di atas dapat di lihat juga dalam proses pembuatan telor asin. Karena pembuatan telor asinpun sama halnya memakai teori osmosis.













BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

Buku biologi kelas xi sma, penerbit erlangga
biologizora.blogspot


















BAB I
PENDAHULUAN(BERISI LANDASAN TEORI)

Jika sel tumbuhan diletakkan di larutan garam terkonsentrasi (hipertonik), sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Akhirnya cytorrhysis - runtuhnya seluruh dinding sel - dapat terjadi. Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik.
·                     Plasmolisis adalah suatu proses yang secara riil bisa menunjukkan bahwa sel sebagai unit terkecil kehidupan ternyata terjadi sirkulasi keluar masuk suatu zat , artinya suatu zat /materi bisa keluar dari sel , dan bisa masuk melalui membrannya .
·                     Adanya sirkulasi ini bisa menjelaskan bahwa sel tidak diam , ternyata sungguh dinamis dengan lingkungannya , jika memerlukan materi dari luar maka ia harus ambil materi itu dengan segala cara, yaitu mengatur tekanan agar terjadi perbedaan tekanan sehingga materi dari luar itu bisa masuk.
·                     Kondisi sel tidak selalu berada pada keadaan yang normal yang dengan mudah ia mengaturnya ia bisa mencapai homeostatis / seimbang .
·                     Terkadang sel juga bisa berada di lingkungan yang ekstrem menyebabkan semua isi sel dapaksakan keluar karena diluar tekanan lebih besar , jika terjadi demikian maka terjadilah lisis / plasmolisis yang membawa sel itu mati .
·                     Plasmolisis adalah contoh kasus transportasi sel secara osmosis dimana terjadi perpindahan larutan dari kepekatan yang rendah ke larutan yang pekat melalui membran semi permeable , yang akan dibahas drngan contoh pada darah .
  • Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis. 
  • Jika sel tumbuhan diletakkan di larutan garam terkonsentrasi (hipertonik), sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. 
  • Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. 
  • Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolisis
  • Dampak plasmolisis yang meneyebabkan tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. 
  • Akhirnya cytorrhysis – runtuhnya seluruh dinding sel – dapat terjadi.
  • Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik. 
  • Proses sama pada sel hewan disebut krenasi.
BAB II
ALAT/BAHAN/LANGKAH KERJA

Alat Dan Bahan:
1.            Mikroskop
2.            Kaca objek
3.            Kaca penutup
4.            Daun Rheo discolor(bisa juga daun kana ungu)
5.            Larutan gula 10%
6.            Air

Langkah Kerja:
1.            Sediakan kaca objek bersih, beri setetes air dengan pipet.
2.            Ambil daun Rheo discolor(tanaman hias, daun mirip pandan, warna permukaan bawah daun ungu; jika tidak ada, ambil daun bunga kana ungu
3.            Kelupas epidermis bawahnya, hingga beberapa sel didalamnya terbawa. Caranya: patahkan daun tersebut, kelupaslah bagian epidermis tersebut dengan kuku, tarik hingga diperoleh selapis sel epidermis, kemudian segera letakkan di atas setetes air agar tidak mongering. Tutup dengan kaca penutup.
4.            Amati dengan mikroskop dan gambarlah dua atau tiga sel yang jelas benar strykturnya.
5.            Dari tepi kaca penutup, teteskan larutan gula dengan pipet. Dari tepi yang lain, isap air dengan kertas isap, agar terjadi pergantian medium.
6.            Amati sel yang telah digambar tadi. Pakah terjadi plasmolisis? Jika terjadi plasmolisis, akan tampak ruangan antara isi sel dengan dinding sel yang semakin melluas. Warna isi sel menjadi semakin ungu. Gambarlah!

Pertanyaan:
1.            Apakah plasmolisis itu?
2.            Bagaimana proses terjadinya plasmolisis pada sel-sel yang kalian amati tersebut?



BAB III
HASIL PENGAMATAN




            I                                                           II                                                          III
Gambar sebelum                                   Gambar setelah                         Gambar setelah
Ditetesi larutan                          ditetesi larutan                                       ditetesi larutan
Gula 10%                                             gula 10%                                              gula 10%
(dengan air biasa)                                                                                             lalu ditetesi air              

 





   
*Perbesaran 10x




BAB IV
PEMBAHASAN

·                     Rhoeo mempunyai jaringan yang terdiri dari sel-sel yang bentuknya sama dapat juga melakukan fungsi khusus yang dapat juga bersama jaringan lain membentuk fungsi yang lebih kompleks. 
·                     Dengan kondisi diluar sangat pekat ( Hypertonis ) maka pigmen daun ungu pada Rhoeo discolor akan keluar terserap larutan diluar yang pekat . Maka osmosis secara mikroskopis experimennya sudah kita buat .
·                     Percobaan terlihat dengan Variabel bebas Kepekatan larutan memperlihatkan transparasi pigmen terlihat , karena terjadi plasmolis pada selnya . Semakin pekat perpindahannya semakin cepat .
·                     Pada gambar 1, tumbuhan ditetesi air biasa(berkonsentrasi rendah) atau hipotonis, maka tugor sel akan menigkat atau warna ungu di gambar yang telah diamati lebih banyak atau meningkat.
·                     Pada gambar 2, tumbuhan ditetesi larutan gula(bersanitilasi tinggi) sehingga menyebabkan ekosmosis.
·                     Pada gambar 3, tumbuhan setelah ditetesi larutan gula lalu ditetesi air(larutan yang konsentrasinya sama dengan konsentrasi isi sel), sehingga sebagian sel yang ada mengalami plasmolisis,sebagian sel tidak. 











BAB V
KESIMPULAN

·                     Kesimpulan jadi Plasmolisis akan cepat terjadi dengan penambahan konsentrasi kepekatannya.
·                     Biasanya terjadi secara sengaja di laboratorium dengan meletakkan sel pada larutan bersalinitas tinggi atau larutan gula untuk menyebabkan ekosmosis, 
·                     seringkali menggunakan tanaman yang memiliki pigmen warna sehingga proses dapat diamati dengan jelas.
·                     Bila sel tumbuhan dimasukkan kedalam cairan hipotonik,turgor sel akan meningkat. 
·                     Bila berada dalam keadaan isotonik (larutan yang konsentrasinya sama dengan konsentrasi isi sel,maka sebagian sel yang ada mengalami plasmolisis,sebagian sel tidak. 















BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

Buku biologi kelas xi sma, penerbit erlangga
biologizora.blogspot



ya itulah laporan biologi gue yang pertamanya. mudah-mudahan bisa ngebantu yah :) see you guys..............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar